syair arya dwipangga 3

Standar
Syair Duka Pangeran Kegelapan
Oh betara…
Sdh sulit ku bedakan hidup dan siksa….
Setiap nafas dan langkah ku raja derita……

Oh betara….
Buka matamu dan saksikan derita ku….
Telah kau kalahkan aku dengan tangan perkasamu….
Oh betara….
Kini mimpi-mimpiku pun hitam gelap………..
Segelap bola mata ku…………

Letih sudah kaki menyelusuri lembah…….
Tapi…….
Perjalanan tidak kunjung usai…….
Tidak terperih luka…….
Carut marut oleh onak duri
Oh……..
Perih luka ternyata jauh lebih perih jiwa…….

Gemulung halimun menutup jalan semua jalan……..
Tapi aku tetap ingin pulang……….
Dewa…………..
Kembalikan masa bocahku kedalam jiwa…………
Jangan peluk akhir perjalananku……..
Aku masih punyak rindu………..
Yang belum pupus…………
Jemariku belum lagi menyentuh bayang-bayang mimpi ku

Jagat dewa batara………
Sejuta kutuk pasu ku tadah dengan dada terbuka……..
Tapi belum juga kau satukan aku dengan anak-anakku……….
Oh……………
Hanya rindu yang meratapi dosa-dosa……..
Busuk………….

Satu-satu ………..
Orok dosaku mengering sudah…………
Satu-satu ………..
Bayangan masa datang terasa benderang……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s