legenda kalijaga

Standar

Pon nyata ananing Hyang Aneng Sih. hening kasuciayaning Pangeran
ana ngaku kang wruh mangke laksanane tan atut
raga sastra tan den gugoni anglalisi subrata
kang sampun yekti wruh anangkreti punang raga
paningale den wong-wong rahina wengi. tan pasung agulinga
-Sunan Kalijaga

Artinya:Tuhan Yang Mahakasih itu nyata adanya // Jagalah tetap jernih kesucian Tuhan itu.
Ada orang yang mengaku bahwa dia mengenal Tuhan//tetapi budi pekertinya tidak patut.
Pengendalian nafsu tak dipenuhi//Mengesampingkan kesalehan.
Orang yang benar-benar tahu, mampu mengekang hawa nafsu.
Siang malam penglihatannya dipelihara//Tidak terpasung nikmatnya tidur.

Yakk! salah satu dari walisanga yang terkenal oleh kalangan kumunitas jawa.
kisah Sunan ini memang tak pernah padam dikalangan masyarakat pantai utara Jawa Tengah hingga Cirebon, utamanya dalam kaitannya cara berdakwah yang beda dengan metode yang digunakan oleh para wali yang lain. Nama kecilnya adalah Lokajaya, murid dari Sunan Bonang .Sunan yang suka berpakaian serba hitam ini malang melintang di kawasan Lasem, Rembang (sekitar hutan Jatiwangi) Jawa Tengah.
Dia sangat pintar memadukan dakwah dengan seni budaya yang telah mengakar dalam masyarakat jawa, semisal lewat wayang, gamelan, tembang, ukir, dan batik, yang sangat populer masa itu. Babad dan serat mencatat Sunan Kalijaga sebagai pengubah beberapa tembang. Ilir-ilir yang lyriknya punya tafsir yang sarat dengan dakwah.
Salah satu diantara beberapa karya Sunan Kalijaga yang terkenal adalah Kidung Rumekso Ing Wengi.
Ana kidung rumekso ing wengi, Teguh hayu luputa ing lara
Luputa bilahi kabeh, Jim setan datan purun
Paneluhan tan ana wani, Niwah panggawe ala
Gunaning wong luput, Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami, Guna duduk pan sirno
Artinya :
Ada kidung rumekso ing wengi. Yang menjadikan kuat selamat terbebas
dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setanpun
tidak mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat.
guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuripun menjauh dariku.
Segala bahaya akan lenyap.

Peninggalan karya Sunan Kalijaga lainnya adalah wayang dan gamelan yang diberi nama Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu, yang sekarang tersimpan di Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.
Dalam hal pewayangan, Sunan Kalijaga dikenal dengan karyanya dengan lakon Dewa Ruci, Jimat Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu. Cerita Dewa Ruci ditafsirkan sebagai kisah Nabi Khidir, sedangkan Jimat Kalimasada tak lain perlambang dari kalimat syahadat.
Dalam salah satu versi cerita, Sunan Kalijaga hidup dalam empat era pemerintahan (Majapahit, Demak, Pajang dan awal pemerintahan Mataram).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s