rumah tradisional jawa

Standar

FILOSOFI RUMAH TRADISIONAL JAWA
joglo
Konstruksi bangunan yang khas pada rumah tradisional jawa dengan fungsi setiap bagian yang berbeda satu sama lain mengandung unsur filosofis yang yang sarat dengan nilai-nilai religi, kepercayaan, norma dan nilai budaya adat etnis Jawa. Rumah tradisi Jawa memiliki makna historis yang perlu dipelihara dan dilestarikan.
Akibat perubahan masyarakat dewasa ini, tradisi-tradisi lama cenderung ditinggalkan. Hal ini terjadi akibat perubahan pola pikir yang didukung oleh perubahan sosial dan lingkungan masyarakat. Begitu pula dengan rumah tradisi yang semakin jarang ditemukan. Masyarakat lebih nyaman membangun rumah dengan konsep modern atau tinggal di perumahan dan apartemen.
Perubahan tersebut tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Maka tidak mengherankan apabila generasi muda etnis Jawa sendiri tidak mengenal secara mendalam tentang rumah adat Jawa. Selain sulit untuk menemukan rumah tersebut di lingkungan tempat tinggalnya, sedikit sekali sumber informasi yang bisa mereka peroleh. Banyak bangunan bernilai historis berarsitektur Jawa maupun etnis lain yang tidak terpelihara atau bahkan dibongkar karena tidak dapat difungsikan lagi dan diganti dengan gedung/bangunan modern.
Ketika membangun rumah Orang jawa selalu diiringi doa dengan harapan agar tempat tinggalnya dapat memberi kebahagiaan dan kesejahteraan serta ketenangan hati bagi penghuninya.untuk itulah designnya selalu menggabungkan unsur fisik dan non fisik.
Terjadi penerapan prinsip hirarki dalam pola penataan ruangnya. Setiap ruangan memiliki perbedaan nilai, ruang bagian depan bersifat umum (publik) dan bagian belakang bersifat khusus (pribadi/privat). Uniknya, setiap ruangan dari bagian teras, pendopo sampai bagian belakang (pawon dan pekiwan) tidak hanya memiliki fungsi tetapi juga sarat dengan unsur filosofi hidup etnis Jawa. Unsur religi/kepercayaan terhadap dewa diwujudkan dengan ruang pemujaan terhadap Dewi Sri (Dewi kesuburan dan kebahagiaan rumah tangga) sesuai dengan mata pencaharian masyarakat Jawa (petani-agraris.
Bentuk rumah tradisional jawa selalu berbentuk Joglo yang bermacam macam jenisnya, namun selalu menerapkan prinsip yang sama, yaitu membagi ruangan menjadi lima bagian :
1.Teras atau Pendopo
Terletak di depan, fungsi utamanya untuk menerima tamu. Bagian ini selalu terbuka tanpa pembatas ruangan. Keterbukaan ini bukannya tanpa maksud. Ini melambangkan hangatnya pribadi Jawa yang senantiasa terbuka dan mengutamakan kerukunan serta kebersamaan. Juga melambangkan keakraban antara yang punya rumah dan tamu yang berkunjung.
Ruangan ini juga digunakan untuk membicarakan segala macam masalah yang bersifat keduniawian. Misalanya membicarakan masalah pekerjaan, bisnis, dll.
Bentuknya yang terbuka juga merupakan penyesuaian terhadap kondisi lingkungan yang beriklim tropis. Salah satu bentuk penyesuaian terhadap kondisi tersebut dengan membuat teras depan yang luas, terlindung dari panas matahari oleh atap gantung yang lebar, mengembang ke segala sudut yang terdapat pada atap joglo.

2. Pringgitan. (dari kata ringgit artinya wayang ).
Sebenarnya ruangan ini masih termasuk wilayah publik. Pada jaman dahulu ruangan ini sering digunakan untuk mengadakan pertunjukan wayang kulit atau upacara tradisional lainnya.
3. Dalem Agung
Bentuknya persegi dan tertutup dinding pada keempat sisinya. Bagian ini merupakan bagian yang terpenting dalam rumah tradisional Jawa. Disamping ruangan ini ada tiga kamar, yaitu ruang kiri untuk tidur anggota keluarga laki laki, dan ruang kanan untuk tidur anggota keluarga perempuan.
Kemudian ada lagi ruang tengah yang dinamakan krobongan , yang menjadi ruang istimewa dalam bangunan ini. Ada yang berpendapat bila krobongan adalah ruang terpisah meski masih dalam satu lingkup dalem agung.
4. krobongan
seperti telah diterangkan di atas bahwa krobongan adalah ruang istimewa dalam rumah tradisional jawa. Fungsi utama ruangan ini adalah untuk menyimpan berbagi bentuk pusaka yang punya kekuatan magis. Pemilik rumah bila sedang ingin melakukan doa kepada Tuhan atau semedi juga melakukannya di dalam ruangan sakral ini.
Di dalam krobongan juga terdapat ranjang , kasur, bantal serta guling. Kegunaan dari benda benda ini bukan sebagai peralatan untuk tidur, namun sebagai simbol penyatuan hubungan cinta antara laki laki dan perempuan. Selain benda tersebut juga dapat ditemukan patung pengantin Jawa yang melambangkan kebahagiaan dan kesuburan suami istri.
Krobongan merupakan ruang khusus yang dibuat sebagai penghormatan terhadap Dewi Sri yang dianggap sangat berperan dalam semua sendi kehidupan masyarakat Jawa.

5. Gandhok atau Pawon/pekiwan
Letaknya di bagian paling belakang dan memanjang dari kiri ke kanan. Fungsinya untuk memasak dan kamar mandi. Meski terlihat sederhana, namun bagian ini juga merupakan bagian yang bersifat pribadi dan memiliki nilai kesakralan juga.
Setelah mengenal bagian-bagian ruangan dalam bangunan rumah tradisional Jawa yang penuh makna dan simbol itu, kita jadi mengerti bahwa kehidupan di dunia ini akan mencapai kesempurnaan bila terjadi keseimbangan antara kehidupan yang bersifat keduniawian dan dan kehidupan yang bersifat kerohanian.
Rumah tradisi Jawa banyak mempengaruhi rumah tradisi lainnya, diantaranya rumah abu (bangunan yang didirikan oleh keluarga semarga dan digunakan sebagai rumah sembahyang dan rumah tinggal untuk menghormati leluhur etnis Cina). Oleh karena itu, struktur rumah abu memiliki banyak persamaan dengan rumah tradisi Jawa dalam berbagai segi.

Bangunan atau rumah tradisi tidak hanya dibangun sebagai tempat tinggal tetapi juga diharapkan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi penghuninya melalui pernggabungan unsur makrokosmos dan mikrokosmos di dalam rumah tersebut. Dengan demikian diharapkan keseimbangan hidup tercapai dan membawa dampak positif bagi penghuninya.

Mendalami unsur filosofi dalam rumah tradisi Jawa membuka kemungkinan usaha generasi muda sebagai pewaris kebudayaan di masa yang akan datang untuk memelihara dan melestarikan warisan generasi pendahulunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s